Kinerja Ketrampilan

Ketrampilan yang harus dimiliki : 1. Ketrampilan Teknis meliputi kemampuan menerapkan pengetahuan khusus dan keahlian spesialisasi. 2. Ketrampilan Manusiawi yakni kemampuan bekerja sama dengan memahami dan memotivasi orang lain baik perorangan maupun dalam kelompok 3. Ketrampilan Konseptual merupakan kemampuan mental untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi rumit.

Wednesday, March 01, 2006

Perilaku dalam berorganisasi

Berjuta karyawan kehilangan pekerjaan karena penciutan organisasi. Pada saat yang bersamaan banyak organisasi mengeluh tidak dapat menemukan orang untuk mengisi lowongan kerja sesuai spesifikasi yang diinginkan, Bagaimana saudara menerangkan dua hal tersebut yang terlihat saling bertentangan?

Perilaku organisasi merupakan suatu bidang studi yang menyelidiki dampak perorangan, kelompok dan struktur pada perilaku dalam organisasi dengan maksud menerapkan pengetahuan semacam itu untuk memperbaiki keefektifan organisasi.

Apa yang dipelajari, yaitu bagaimana perilaku :
Perorangan (individu)
Kelompok
Struktur

Sejarah perilaku dimulai dari pengamatan, kita adalah mahasiswa perilaku sejak tahun-tahun terdini, kita telah mengamati tindakan orang lain dan telah mencoba untuk menafsirkan apa yang kita lihat , pernahkan itu difikirkan ?
*Kita telah membaca orang hampir sepanjang hidup
*Kita melihat apa yang dilakukan orang lain dan mencoba menjelaskan pada diri anda sendiri mengapa mereka berprilaku demikian
*Kitapun terkadang meramalkan apa yang akan dilakukan pada kondisi yang berbeda.

Terdapat generalisasi perilaku secara umum dengan pertanyaan bahwa kebanyakkan dari kita menganut sejumlah keyakinan yang sering tidak bias menjelaskan mengapa orang melakukan apa yang mereka lakukan.

TANTANGAN DAN PELUANG OB
Tantangan yang ada menyangkut, usia yang bertambah, rumitnya bisnis, sedangkan peluang yang ada menyangkut laju pertumbuhan inovasi , tantangan dan peluang ini masih ditambah lagi dengan:
* Keanekaragaman angkatan kerja à meningkatnya heterogenitas organisasi dengan masuknya
kelompok-kelompok yang berbeda
* Kearah memperbaiki kualitas dan produktivitas dengan cara TQM (Total quality
Management) yang merupakan filsafat manajemen yang didorong oleh pencapaian kepuasan
pelanggan secara konstan lewat perbaikan sinambung atas semua proses organisasi,
* TQM memiliki implikasi karena menuntut para karyawan untuk memikirkan ulang apa yang
mereka lakukan dan menjadi lebih terlibat dalam keputusan-keputusan ditempat kerjanya.
Rekayasa Ulang dapat membantu untuk empertimbangkan keml\bali bagaiman pekerjaan bias
dilakukan dan organisasi distruksikan seandainya kerja dan organisasi ini akan
diciptakan dari nol
* Memperbaiki ketrampilan menangani orang.
* Dari manajemen kontrol ke pemberian kekuasaan “Empowermentà menempatkan karyawan,
dalam tanggung jawab mengenai apa yang mereka kerjakan
* Dari kemantapan ke keluwesan
* Memperbaiki Perilaku etis à dilema etis dimana situasi seseorang dituntut untuk
menetapkan tingkah laku yang benar ataupun yang salah

10 Comments:

Blogger Group F said...

Goup F (class P) would comments:
berdasarkan artikel yang anda posted kami dapat mendeskripsikan bahwa keberhasilan dalam berperilaku berorganisasi tidak di tentukan gender,usia atau bahkan kemampuan, namun lebih mengarah bagaimana seseorang tersebut menerapkan TQM.Pada kenyataanya yang muda tidak kalah dengan yang tua, wanita tidak kalah dengan pria, bahkan yang bodoh belum tentu kalah dengan yang lebih pintar. Keberhasilan seseorang menggambarkan bagaimana seseorang tersebut memperbaiki etimisme mereka.Namun menurut kami untuk memperbaiki perilaku dalam organisasi tidak perlu dimulai kembali dari awal, karena tidak selamanya apa yang baru lebih baik dari yang sebelumnya, ada baiknya apabila seseorang dapat menyeleksi apa yang baik baginya, dengan begitu perilakunya dapat diperbaiki.

12:00 AM  
Blogger Group F said...

Goup F (class P) would comments:
berdasarkan artikel yang anda posted kami dapat mendeskripsikan bahwa keberhasilan dalam berperilaku berorganisasi tidak di tentukan gender,usia atau bahkan kemampuan, namun lebih mengarah bagaimana seseorang tersebut menerapkan TQM.Pada kenyataanya yang muda tidak kalah dengan yang tua, wanita tidak kalah dengan pria, bahkan yang bodoh belum tentu kalah dengan yang lebih pintar. Keberhasilan seseorang menggambarkan bagaimana seseorang tersebut memperbaiki etimisme mereka.Namun menurut kami untuk memperbaiki perilaku dalam organisasi tidak perlu dimulai kembali dari awal, karena tidak selamanya apa yang baru lebih baik dari yang sebelumnya, ada baiknya apabila seseorang dapat menyeleksi apa yang baik baginya, dengan begitu perilakunya dapat diperbaiki.

12:01 AM  
Blogger wawan said...

Kelompok A :
1. Dimas Eri I 05410100285
2. Arseto P. 05410100278
3. Wimbo P. 05410100280
4. Restu Gandhi 05410100299
5. Syafiurrahman 05410100279
6. Lambang Sujiwo 05410100346
7. Yohanes Budi 05410100274
8. Wawan Istiyono 05410100286


Hasil diskusi :
1. Karena tiap organisasi tidak sama criteria untuk menentukan karyawannya,jadi juga setiap calon pegawai juga harus pandai-pandai dalam memilih lapangan kerja yang sesuai dengan kriterianya.
2. Penciutan organisasi biasanya disebabkan karena kemajuan teknologi, seperti Perusahaan yang bergerak dalam hal produksi, yang dahulunya mereka membutuhkan banyak tenaga kerja untuk melancarkan usahanya, tetapi sekarang karena telah berkembangnya teknologi yang modern membuat tenaga manusia diambil alih oleh mesin.
3. Organisasi tidak dapat menemukan orang yang pantas untuk mengisi lowongan kerja, karena sebagian besar yang mencalonkan diri untuk menjad pegawai/ karyawan adalah orang-orang yang kurang ahli dalam bidang yang dibutuhkan.
4. Setiap orang membaca perilaku orang lain, maksudnya adalah : kebanyakan orang Negara ini suka menilai sifat dan sikap orang lain, karena sifat dan sikap orang Indonesia pada umumnya berkepribadian malas, suka mengkritik, bahkan meniru prilaku yang salah. Jadi kebanyakan perusahaan atau organisasi tidak dapat berkembang, karena karyawan yang tidak berpotensi dan Monoton.

2:38 AM  
Blogger KELOMPOK_i said...

KELOMPOK (i) :
Bahasan tentang perilaku dalam organisasi sangat penting. Dalam suatu organisasi bagaimanapun sederhana bentuknya, perlu ada proses manajemen. Dalam proses ini keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh orang. Mengapa demikian?. Karena yang membuat sistem, mekanisme, serta metoda tentang perencanaan, pelaksanaan, dan pengawas adalah orang yang berada dalam organisasi. Sering kali bagaimanapun bagusnya system dan mekanisme yang ditetapkan, kegagalan biasaanya terjadi pada kesalahan manusia.
Sangat menarik untuk melihat perilaku orang dalam suatu organisasi, dengan melihat salah satu aspek yaitu pribadi narsistik.
Bagaimanakah Potret Perilaku Individu Narsisistik dalam Organisasi? Individu narsisistik adalah mereka yang senang dikagumi, sangat independen dan tidak mudah didekati. Mereka adalah innovator dalam suatu organisasi dan sangat terpacu untuk memperoleh kekuasaan dan kejayaan. Mereka dikenal sebagai pemimpin yang penuh visi dan memiliki banyak pengikut. Namun demikian mereka juga memiliki kekurangan yaitu tidak mau menerima kritik, kurang empati, bukan pendengar yang baik, sulit dibimbing dan membimbing orang lain, dan memiliki jiwa kompetisi yang cenderung berlebih-lebihan. Dalam pekerjaan sehari-hari individu narsisistik menunjukkan prinsip-prinsip seperti:
· Saya dapat melakukan apa saja (Omnipotence).
· Saya dapat ditemui dimana saja (Omnipresence).
· Saya tahu segala sesuatu (Omniscience).
· Saya dikagumi dan dicintai semua orang.
Perilaku sehari-hari individu-individu narsisistik dikategorikan dalam 8 kategori sebagai berikut:
· Perilaku narsisistik: bercermin dan berdandan secara konstan, memancing pujian orang lain, menanyakan persepsi orang lain tentang dirinya, selalu menonjolkan kinerja dan prestasinya, mencela kemampuan dan merendahkan prestasi orang lain, dan selalu membandingkan dirinya dengan orang lain.
· Perilaku eksibisionis: menjadi pusat perhatian dalam perkumpulan, menghamburkan uang untuk membuat orang lain kagum, berbicara keras-keras supaya orang lain mendengar, membantah demi menarik perhatian, dan suka memamerkan harta miliknya.
· Perilaku grandiose: mengharapkan orang lain untuk mengalah, menghindarkan diri dari orang yang dianggapnya lebih rendah, menyatakan betapa hebatnya dia, mengambil alih pimpinan rapat, menominasikan diri sebagai orang yang memiliki kekuasaan.
· Perilaku yang terpusat pada diri sendiri (self centered): membuat keputusan tanpa mengindahkan orang, memaksa orang lain untuk mendengarkan ceritanya tanpa mau mendengar cerita orang lain, tidak mau berbagi dengan orang lain, meminta orang lain untuk mengikuti jadwalnya.
· Perilaku entitlement: meminjam tanpa berniat mengembalikan, datang pada saat yang tidak tepat dan mengharapkan untuk dilayani, mengundang diri sendiri ke pesta, menggunakan milik orang lain tanpa meminta ijin dahulu, menuntut perlakuan istimewa yang bukan pada tempatnya.
· Perilaku ekspansif (self-aggrandizing): senang menonjolkan kekayaannya, hanya mau bersosialisasi dengan orang ternama dan berstatus tinggi, senang menunjukkan kesalahan orang lain, datang terlambat pada saat meeting untuk menunjukkan bahwa ia penting dan memukau.
· Perilaku yang tidak empatik: tidak menghiraukan perasaan orang lain, tidak berduka ketika orang lain mengalami musibah, tidak mau mendengar masalah yang dihadapi oleh orang lain, menginterupsi percakapan orang lain.
· Perilaku manipulatif: hanya mau melakukan kebaikan dengan pamrih, meminta orang lain untuk mengerjakan pekerjaannya dan perilaku manipulatif.
Dari uraian diatas, apa yang dapat kita petik? Apakah orang yang memiliki pribadi narsistik tak dapat berada dalam suatu organisasi? Ternyata tidak, bagaimanapun dalam suatu keadaan tertentu, pribadi narsistik muncul dalam suatu organisasi. Yang perlu dilakukan oleh orang narsistik agar dapat menjadi bagian yang baik dari organisasi, yaitu dengan melakukan instropeksi diri karena terdapat banyak factor negatif yang menyulitkan kelancaran managemen. Akan tetapi ada faktor yang dapat dibuat positif, dengan wawasan dan kemauan, hingga dapat menjadi pribadi yang menjadi innovator dan penggerak jalannya organisasi.

6:15 AM  
Blogger Group G said...

Group G said......
Pada artikel kita dapat melihat bahwa peluang keberhasilan seseorang dalam dunia kerja ternyata tidak dapat dinilai dari seberapa tinggi posisi dia mulai bekerja karena ternyata, dalam organisasi yang berhasil adalah bagaimana orang itu berhasil menempatkan dirinya sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukannya.
Tapi ini juga harus dilihat dari perilaku orang tersebut dalam berorganisasi, apakah dia dapat mengerti bagaimana organisasinya terbentuk, sehingga dia dapat mengerti apa kebutuhan organisasi saat tersebut.

8:00 AM  
Blogger B said...

Comment :

Berjuta karyawan kehilangan pekerjaan karena penciutan organisasi. Pada saat yang bersamaan banyak organisasi mengeluh tidak dapat menemukan orang untuk mengisi lowongan kerja sesuai spesifikasi yang diinginkan, Bagaimana saudara menerangkan dua hal tersebut yang terlihat saling bertentangan?
Dalam kenyataanya dua hal yang bertentangan di atas pada dasarnya memiliki suatu hubungan.
Kita tahu bahwa penciutan organsasi juga bisa disebabkan oleh Organization Behavior, misal adanya absensi kehadiran seorang karyawan yang pada akhirnya mengakibatkan pada produktivitas karyawan itu sendiri. Hal itu tentunya akan mengganggu perusahaan itu sendiri dalam mencapai produktivitas yang ditentukan, sehingga dapat dipastikan perusahaan akan melakukan penciutan organisasi dengan memangkas cost, termasuk memberhentikan karyawan non produktif serta mempertahankan karyawan yang produktif. Selain itu di sebabkan oleh faktor eksternal antara lain :
*competitor
*government policy
*market
*technology.
Ini semua juga ada hubungannya dengan OB (perilaku
organisasi) itu sendiri.
Sedangkan banyak organisasi mengeluhkan tidak menemukan orang untuk mengisi karyawan disebabkan oleh tidak terpenuhinya dari calon pekerja tersebut. Artinya organisasi itu sendiri telah menetapkan standar-standar kerja sejak dari awal untuk mencapai tujuan dari organisasi tersebut, dan ini juga merupakan dari perilaku organisasi itu sendiri dimana organisasi itu telah meramalkan apa yang terjadi dengan melihat perilaku-perilaku orang dalam berorganisasi.
Kesimpulan dari kejadian diatas banyaknya tenaga kerja belum tentu bisa menutupi kekurangan tenaga kerja yang di butuhkan, artinya menurut kami belum bisa dikatakan saling bertentangan.
Kelompok B :
1. Adam Wiradyta Firdaus 05.41010.0284
2. Yori Prasetian 05.41010.0276
3. Faisal Reza 05.41010.0277
4. Deny Prawita 05.41010.0283
5. Novika Hariandini 05.41010.02
6. Feby Ari 05.41010.0289
7. Fadhilla Arfiani 05.41010.02
8. Cakra Aji 05.41010.0345

8:48 AM  
Blogger angga555 said...

Sudah lumrah suatu perusahaan akan mngeluarkan para karyawan atau pekerjanya jika mengalami penyusutan organisasi, terjadinya turn labor over ataupun adanya otomasi perkantoran di mana sisitem kerja manusia terpaksa di gantikan oleh system komputerisasi secara otomatis yang menyebabkan hanya membutuhkan manusia yang sedikit dalam suatu organisasi itu. Dengan jumlah sumber daya manusia yang cukup rawan perusahaan menginginkan suatu karyawan-karyawan yang memiliki skill yang tinggi, cakap, dan berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya dari pada hanya karyawan yang mempunyai skill rendah yang tidak memiliki kemampuan dalam mengeluarkan ide yang cemerlang bagi perkembangan perusahaan tersebut. Ide-ide ini sangat diperlukan untuk perusahaan supaya perusahaan dimasa yang akan datang bisa berkembang dan juga tetap exist tidak mengalami kebangkrutan.
Serta dalam keberhasilan suatu OB itu sendiri tidak berpengaruh pada kondisi umur seseorang maupun keadaan ekonominya. dimana setiap orang entah dia muda atau tua yang lebih berpengalaman bisa mencapai kesuksesan dalam pengembangan keberhasilannya dalam sutu organisasi.juga tidak ada asumsi bahwa yang kaya dapat lebih sukses daripada orang yang hidup pas-pasan. jadi pada intinya keberhasilan suatu ob itu ditentukan oleh dia sendiri.

kel. ?
1. Angga A.P 05410100330
2. Abdillah F. 05410100332
3. Lukman H. 05410100328
4. Davis C. 05410100326
5. Arga R. 05410100303

6:09 PM  
Blogger dedi said...

Nama Kelompok

Asteria Ismi S 0541010275
Putrianandhi 05410100305
Galuh Ajeng 05410100308
Nurhayani 05410100311
Bastian H 05410100314
Fianti Astuti T L 05410100316
Retno A 0541010034
Dedy S 05410100351


COMMAND

TUGAS PRILAKU DALAM BERORGANISASI

1.Prilaku Dalam Berorganisasi

Command:
“Dalam kehidupan berorganisasi ada kekurangan dan kelebihan . Kurang dalam maksud keahlian / kemampuan dalam bekerja lebih artinya menyangkut dengan kualitas dalam berorganisasi . Setiap orang pasti mempunyai kekurangan atau kelebihan tersendiri baik dalam keahlian , kecakapan , ketrampilan atau cara bersikap dalm berorganisasi tersebut . Oleh sebab itu kita harus bisa berprilaku dalam berorganisasi dalam segala bentuk . Kita sebagai individu , kelompok atau struktur harus bisa masuk atau beradaptasi dalam organisasi tersebut . Faktor – faktor individu , kelompok atau pun organisasi menpunyai pengaruh yang sangat besar terhadap jalannya kinerja perusahaan yang maju . Oleh sebab itu “team work” antar individu , kelompok maupun struktur harus berjalan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan bersama agar supaya mengisi kelemahan atau kekurangan yang terdapat dalam perusahaan tersebut .
Dalam sebuah organisasi selalu ada tantangan dan peluang . Maka kita harus mampu menaklukkan tantangan tersebut dan meraih peluang tersebut agar kita dapat bertahan dalam organisasi tersebut . Dan kita mampu membuat organisasi tersebut bertahan dan tetap berdiri bukan hanya kita yang berdiri di dalamnnya tapi organisasi itu juga.

2.
Command :
“Dalam berkerja harus ada suasana yang sehat , kondusif dan tentram , tidak ada sikap menang sendiri atau berkuasa , membanggakan kemampuan yang dimilikinya dll. Harus ada sikap saling bekerja sama agar dalam pekerjaannya tersebut dapat berjalan lancar sesuai target bersama”

7:28 PM  
Blogger Kelompok H said...

Semakin bertambahnya umur dan rumitnya bisnis, semakin

memaksa setiap orang untuk dapat memahami OB.Baik pelajar

maupun pekerja, sebab pelajar membutuhkan OB pula, karena

sekolah juga merupakan sebuah organisasi begitu pula

dengan keluarga maka, setiap orang membutuhkan OB.Dan

bagi pekerja sangat diperlukan dalam pekerjaan, dimana

pekerja tidak bekerja sendiri dan ia memiliki lingkungan dalam

pekerjaannya.
Intinya Ob sangat penting untuk semua orang karena kita

adalah makhluk sosial yang selalu hidup berkelompok dan

berorganisasi.

9:29 PM  
Blogger Kelompok H said...

Semakin bertambahnya umur dan rumitnya bisnis, semakin

memaksa setiap orang untuk dapat memahami OB.Baik pelajar

maupun pekerja, sebab pelajar membutuhkan OB pula, karena

sekolah juga merupakan sebuah organisasi begitu pula

dengan keluarga maka, setiap orang membutuhkan OB.Dan

bagi pekerja sangat diperlukan dalam pekerjaan, dimana

pekerja tidak bekerja sendiri dan ia memiliki lingkungan dalam

pekerjaannya.
Intinya Ob sangat penting untuk semua orang karena kita

adalah makhluk sosial yang selalu hidup berkelompok dan

berorganisasi.

9:29 PM  

Post a Comment

<< Home